Pura Penataran Agung Lempuyang

Pura Luhur Lempuyang, Pesona Lanskap Alam yang Tiada Duanya

Tiket Masuk, Jam Buka, Lokasi Pura Luhur Lempuyangan

by

Pura Luhur Lempuyang merupakan salah satu tempat ibadah umat Hindu di Bali. Pura ini terletak di Puncak Bukit Bibis atau Gunung Lempuyang, tepatnya berada di Desa Purahayu, Kecamatan Abang, Karangasem.

Panorama keindahan alam yang begitu memukau menjadi ciri khas tersendiri dari Pura Luhur Lempuyang.

Pura Luhur Lempuyang diklaim sebagai pura tertua yang ada di Pulau Dewata, Bali. Ketika ingin berkunjung ke Pura Luhur Lempuyang ini, para wisatawan harus menapaki 1.700 anak tangga terlebih dahulu.

Sewaktu melakukan perjalanan menuju ke puncak melalui anak tangga, wisatawan nantinya akan disuguhi udara yang amat sejuk, ditemani suara-suara satwa dan panorama alam Kabupaten Karangasem yang mengagumkan.

Keberadaan kera-kera liar yang bergelantungan di sekitar pohon menambah keseruan pengunjung ketika menyaksikannya.

Konon katanya, kita bisa melihat cahaya terang di sebelah ujung timur Pulau Bali dari luar angkasa. Munculnya cahaya tersebut hanya bisa disaksikan dari luar angkasa. Sinar tersebut diyakini berasal dari Gunung Lempuyang.

Pura Penataran Agung

Anita Patel

Sejarah Singkat Pura Lempuyang

Pura Luhur Lempuyang merupakan salah satu pura yang memiliki keindahan khas di Bali dengan konsep Dewata Nawa Sanga. Dewata Nawa Sanga merupakan Sembilan Dewa Penguasa Sembilan di setiap penjuru mata angin dalam konsep agama Hindu Dharma Bali.

Pura ini merupakan sebuah kompleks pura yang terbagi kedalam beberapa pura sebagai Penyiwi (pendukung dari pura utama) Pura Lempuyang sendiri terbagi menjadi tiga mandala, yakni Lempuyang Sor, Lempuyang Madya dan Lempuyang Luhur.

Dalam bahasa Sanskerta “Mandala” artinya lingkaran, namun secara umum “Mandala” berarti sebuah perencanaan, grafik atau geometris pola yang mewakili kosmos dengan cara simbolik atau metafisik, mikrokosmos semesta dari perspektif manusiawi.

Baca juga :  Harga Tiket Masuk dan Wahana Di Omahe Opa Waterpark Taman Donorojo

Penggunaan nama “Mandala” sendiri bisa digunakan untuk meditasi sebagai benda pemusatan (untuk memusatkan perhatian).

Menurut lontar Markandeya Purana, Pura ini didirikan oleh Resi Markandeya sekitar abad ke-8 masehi. Ketika itu beliau membangun sebuah padepokan yang digunakan untuk persembahyangan sekaligus mengajarkan ajaran Hindu.

Pura Penataran Agung Lempuyang

Владимир Петращук

Tips ke Pura Luhur Lempuyang

Bagi umat Hindu ataupun wisatawan yang akan berkunjung ke Tangkil atau sembahyang ke Pura Luhur Lempuyang, hal terpenting yang perlu dipersiapkan, antara lain ketahanan fisik serta hati yang bersih dan tulus.

Ada pantangan khusus bagi wanita haid, ibu menyusui, anak yang belum tanggal gigi susu untuk tidak masuk ke dalam Pura Luhur Lempuyang.

Ketika berkunjung ke Pura Luhur Lempuyang ada baiknya untuk tidak membawa perhiasan emas, karena sering kali perhiasan tersebut menghilang secara misterius.

Tempat Terbaik Mengabadikan Momen Berharga

Sejumlah wisatawan silih berganti melakukan pose foto di tengah Gapura Pura Luhur Lempuyang.

Tak heran, gapura dengan ketinggian empat meter ini menjadi spot populer di kalangan wisatawan karena wisatawan ingin berfoto untuk mendapatkan hasil jepretan yang tepat berada di tengah gapura dengan kenampakan Gunung Agung yang megah.

Meski kunjungan wisatawan asing sempat menurun drastis ketika Gunung Agung mengeluarkan erupsi di awal November 2017 lalu, namun kini wisatawan kembali berdatangan untuk berkunjung ke Pura Luhur Lempuyang, lho.

Setelah erupsi yang terjadi kala itu, kini jumlah wisatawan terus meningkat karena rasa penasaran untuk mengabadikan momen langka dengan pemandangan yang magis. Jika dilihat dari jepretan kamera memang Gunung Agung tampak sangat memukau dari pelataran pura ini.

Pura Luhur Lempuyang

rui vale de sousa

Akses Menuju ke Lokasi

Pura Lempuyang berlokasi di Desa Tista, Kecamatan Abang, Karangasem, Bali. Dari kota Denpasar, pengunjung bisa melalui kawasan wisata Candi Dasa dengan melewati kota Amplapura (ibukota Karangasem).

Baca juga :  15 Cafe Tempat Nongkrong Kedai Kopi Di Purwokerto yang Hits

Jalur alternatif lainnya yakni bisa melalui Kecamatan Selat Karangasem dengan melalui kota Semarapura, mengambil arah jalan menuju ke Besakih.

Pendakian menuju ke pura Lempuyang ini bisa memakan waktu sekitar 2 jam dengan beberapa kali istirahat termasuk melakukan sembahyangan (muspa) di beberapa pura. Fasilitas umum disana juga terbilang cukup lengkap seperti toilet, tempat beristirahat dan lainnya.

Untuk harga tiket masuk ke pura sebenarnya tidak dipungut biaya, tetapi ada biaya parkir. Untuk parkir mobil dikenakan biaya  Rp. 5.000 saja.

Pesona Pura Luhur Lempuyang memang sudah nggak perlu diragukan lagi, selain pemandangan Gunung yang begitu indah. Pura Luhur Lempuyang menjadi salah satu tujuan favorit sejumlah wisatawan asing untuk menemani liburan mereka.

Jadi akan sangat disayangkan apabila Anda melewatkan liburan menarik ini untuk berkunjung  ke Karangasem, Bali Timur dan menjadi Pura Lempuyang ini menjadi destinasi utama Anda.

Nah, itulah penjelasan mengenai tempat wisata Pura Luhur Lempuyang, semoga informasi ini bisa bermanfaat buat kamu, Gengs!

Click to rate this post!
[Total: Average: ]

You may also like

Leave a Comment